
Di blog ini saya akan membahas suku asli yang ada di propinsi Banten.
Sebenarnya di wilayah Banten dihuni oleh berbagai suku. Seperti suku Baduy, Sunda, Betawi, Jawa, Cirebon, dan suku-suku pendatang lainnya. Tapi saya akan membahas tentang suku baduy.
Bahasa yang mereka (suku Baduy) gunakan sehari-sehari untuk suku mereka sendiri adalah Bahasa Sunda dengan dialek Sunda-Banten. Dan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan orang yang di luar suku mereka.
Suku Baduy adalah suku yang menutup diri dari dunia luar. Mereka tinggal di daerah pegunungan.
Dan hidup berdasarkan adat istiadat mereka, menjaga cara hidup yang tradisional, menolak segala hal yang berasal dari luar. Baik itu pendidikan, teknologi, sarana transportasi fashion, dan lainnya. Karena itu kebanyakan masyarakat suku Baduy tidak bisa membaca dan menulis.
Tetapi tidak semua masyarakat suku Baduy menolak pengaruh dari luar. Karena itu suku Baduy terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Baduy Dalam, Baduy Luar, dan Baduy Dangka.
BADUY DALAM
Kelompok ini sangat sangat sangat ketat dalam menjaga adat istiadatnya. Sangat menolak pengaruh dari luar, dan tidak terpengaruh dengan dunia luar. Peraturan-peraturan suku Baduy Dalam sebagai berikut :
- Pintu rumah harus menghadapa ke utara atau selatan (kecuali rumah ketua adat).
- Tidak diperbolehkan memakai pakaian modern. Menggunakan kain berwarna hitam atau putih sebagai pakaian yang dijahit sendiri.
- Tidak boleh menggunakan sarana transportasi.
- Dilarang beralas kaki.
- Dilarang menggunakan teknologi.
BADUY LUAR

BADUY DANGKA
Kelompok ini merupakan kelompok yang tinggal di luar wilayah suku Baduy. Dan daerah tempat tinggal Baduy Dangka berfungsi sebagai daerah penyangga atas pengaruh dari luar.
0 komentar:
Posting Komentar